Partner PSG SMKN Baureno

MPM/AHASS-SRITEX
MITRA MAGANG SMKN 1 BAURENO
PSG,Bukan nama klub elit di Paris namun PSG ini Pendidikan sistim Ganda atau juga di kenal dengan Magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu bentuk pengenalan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Bagi SMK ini bukan hal yang baru namun menjadi rutinitas kegiatan tahunan. Harapan dari kegiatan ini adalah membekali peserta didik untuk mengetahui, mengenali dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan praktik langsung di perusahaan.
Sebanyak 13 siswa juruan Teknik Sepeda Motor diberangkatkan magang di 4 MPM yang ada di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. MPM dimaksud adalah PT. MPM Motor Simpang Dukuh , PT. MPM Motor Mastrip, PT. MPM Motor Ngagel dan PT. MPM Motor Larangan. Sementara sebanyak 73 siswa juga akan diberangkatkan ke AHASS-AHASS wilayah Tuban.Lamongan, Gresik, Surabaya dan Sidoarjo pada 2 Oktober mendatang.
Di MPM Motor Simpang Dukuh, yang beralamat Jl. Raya Simpang Dukuh 42-44 ditempati Ahmad Zubairi Rohman, Yogi Ryan Maulana, Riki Adi Saputra dan Reza Dwi Wahyudi. Yainur Rozikin, Rizki Mega P, Zainul Mustofa menempati MPM Motor Mastrip Jl. Raya Kedurus Surabaya. Dan M. Adi Saputra, M. Rohman Saputro menuju MPM Motor Ngagel Jl. Raya Ngagel Surabaya. Sementara itu di MPM Motor Larangan, Jl. Raya Larangan Sidoarjo ditempati Fery Dwi Indra S dan Miftah Adi Winata.
Dalam saambutan penerimaan Bpk Sugiato yang mewakili PT. MPM Simpang Dukuh mengatakan bahwa pentingnya link and match program ini terus digalakan mengingat Perusahaan merasa terbantu dengan adanya bantuan tenaga kerja. Sementara siswa-siswa SMK dibantu dengan mempraktekan ilmunya di dunia nyata. Selain dapat ilmu siswa juga akan mendapat sertifikat resmi dari MPM yang merupakan bahan acuan untuk bekerja di MPM atau Ahass.
Dilain pihak, Ketua Program Keahlian Teknik Sepeda Motor M. Nasrul Huda, S.Pd mengatakan bahwa program Magang ini selama 3 bulan namun akan diperpanjang sampai 6 bulan sesuai permintaan dunia usaha/dunia industri. Dengan demikian ilmu yang diperoleh siswa juga lebih mantap karena kalau dengan 3 bulan itu baru tahap pengenalan bengkel belum masuk ke materi sesungguhnya. Ketika ditanya mengapa harus ke MPM atau AHASS, Kaprodi yang juga jebolan Unesa tersebut mengatakan bahwa SMKN 1 Baureno sudah sejak lama menjadi BINAAN MPM yang secara otomatis magang dan perekrutan mekanik diambilkan dari sekolah ini.
Sementara itu Program Keahlian Busana Butik juga berencana memberangkatkan 38 siswinya ke PT. SRI REJEKI ISMAN (PT. Sritex Solo). Busana Butik yang sudah menjadi BINAAN PT. Sritex Solo tersebut sangat beruntung karena magangnya hanya di satu tempat. “Dengan demikian akan mempermudah pencarian tempat magang, monitoringnya, apalagi Sritex adalah perusahaan textil terbesar di Asia tentu akan membawa dampak pengalaman positif bagi siswa, kata Ketua Program Studi Busana Butik, Ali Suwartini, S.Pd.

By Humas

Arif Yudiono

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *