Bintek BKK

Surabaya, Bertempat di Aria Centra Hotel telah diadakan Bimbingan Tekhnis Peningkatan Kapasitas Layanan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK tahap V. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dilaksanakan Senin-Rabu, 18-20 September 2017. Sebagai penanggungjawab adalah Kasubdit Penyelarasan dan Kerjasama Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. “Kegiatan ini dikandung maksud adalah untuk pemetaan sekolah-sekolah kejuruan agar tingkat keberhasilanya merata disemua kabupaten/Kota” ujar Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Lebih lanjut dikatakan, “semua SMK harus punya BKK sebagai wadah menyiapkan lulusanya yang bisa diserap oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri”. Maka karenanya di Jawa Timur mulai Juli yang lalu sudah digalakan kelas-kelas industri di sekolah-sekolah sejak dicanangkan oleh Bapak Yusuf Kalla saat di Mojokerto. Pesan Bapak Wakil Presiden, Jawa Timur harus menjadi Pilot Project SMK-SMK berbasis Industri, seperti kerja sama dengan Samsung, Toyota, Daihatsu, Axioo, Mitsubishi, Honda, Suzuki, dll.

 

Dilain waktu Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur mengharapkan bahwa Jawa Timur harus menelurkan tenaga-kerja yang kompeten, yang sanggup berkompetisi dengan tenaga kerja asing yang saat ini siap meluncur ke Indonesia dalam rangka pasar bebas ASEAN. Tentu harapan ini tidak muluk-muluk karena di Kota Pahlawan ini memang program itu sudah dilaksanakan. Dengan adanya Job Fair mini di sekolah-sekolah dan Balai Latihan Kerja, dibukanya kursus dan pelatihan, dicetuskanya bulan kerja di bulan September ini adalah bukti nyata usaha kerja keras kota bagian timur di Pulau Jawa.

Kegiatan yang dikuti oleh SMK-SMK berpotensi sekolah Rujukan se-Jatim dan Jateng berjumlah 263 lembaga baik negeri dan swasta ini dibuka oleh Direktur Pembinaan SMK Bapak Setiadi. Dalam sambutanya “Tugas SMK sesuai dengan UU 20/2003 adalah menyiapkan lulusan SMK untuk bekerja, dimana kesempatan kerja sangat terbatas dibanding jumlah lulusan kerja. Itu artinya belum ada wadah untuk mempertemukan kesempatan kerja dan tenaga kerja”. “Dan bahkan anggaran BKK bisa di danai dari BOS, ini yang hebat, ini yang menggembiarakan “ imbuh orang yang 27 tahun malang melintang di disnakaer ini.

BKK on line yang digagas oleh 2 Kementerian tersebut yaitu Pendidikan Nasional dan Transmigrasi diciptakan oleh pragramer-programer SMK PGRI 2 Ponorogo dalam rangka untuk memudahkan dan mengantisipasi letupan-letupan tenaga kerja. Kesulitan sekolah mendeteksi ke arah mana lulusanya bekerja, sesuai dengan kompetensi atau tidaknya menjadi pertimbangan utama penciptaan software tersebut. Tidak hanya itu, software ini juga berisi tentang profil sekolah, susunan BKK, lowongan pekerjaan yang bisa di share ruang lingkup yang dikehendaki misalnya hanya sekolah smk sendiri, smk wilayah kabupaten atau se provinsi. Bahkan diharapkan Dunia Usaha dan Dunia Industri bisa memantau keunggulan sekolah, kerja sama sekolah, sekolah binaan, kurikulum sekolah, jumlah guru serta daya serap serta out put sekolah sudah banyak yang kerja atau masih menganggur.  Dengan demikian perusahaan bisa mengadakan perekrutan di SMK-SMK yang berkualitas dan terpercaya dalam sisi kompetensi siswa-siswinya. Azas penempatan kerja yang terbuka, bebas, obyektif , adil dan merata juga menjadi kebijakan perusahaan untuk mengincar tenaga kerja di SMK.

Semoga kedepan SMK menjadi tempat pendidikan yang menyenangkan dan membuat berhasil mengurangi tingkat pengangguran dan SMK menjadi idole masyarakat.

 

By HUMAS

Arif Yudiono

 

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *